tuan, pohon kami tidak bersisa
hutan kami lenyap entah kemana
bagaimana kami bisa menanak nasi
jika tungku kami kehilangan kayu api?
tuan, minyak kami terbang melayang
pangkalan dan gerobak dorong menghilang
bagaimana kami bisa menjalani hari
jika kompor kami tak lagi terisi?
tuan, gas bumi menjadi mimpi
harga yang tinggi tak bisa terbeli
kenapa kami harus percaya padamu
jika nasib kami penuh lagu sendu?
tuan, di jalanan ada energi baru
kemarahan yang menggumpal membeku
persaingan hidup yang kering kaku
dan api pergolakan yang mengikis tabu
tuan, semua tinggal menunggu waktu
insya allah kami tak akan ragu
kalau engkau tetap tak punya malu
04042008
http://lalijiwa.blogspot.com/2008/04/jangan-paksa-kami-untuk-bergerak.html
Anda merasa dirugikan dengan artikel kami? Pergunakan HAK JAWAB dengan baik dan benar.
Filed under: sajak puisi | Tagged: REFORMASI, REVOLUSI, sang penguasa, suara rakyat, Wakil Rakyat